Jika Anda ingin mempercantik rumah Anda dengan tanaman hias yang merambat, tanaman Patah Tulang Keriting (Hoya ‘Curly‘) bisa Anda jadikan pilihan utama. Sebab, tanaman ini sangat cantik dan wangi, serta pertumbuhannya juga terbilang sangat cepat.
Tanaman hias dari keluarga Hoya ini berasal dari asia timur yang hidup di daerah tropis. Yang membuat tanaman ini banyak dipelihara adalah bentuk bunganya yang indah dan unik, serta mempunyai warna daun yang beraneka ragam.
Sebagai tanaman dengan prospek pengembangan hortikultura yang bagus, perkawinan silang spesies Hoya menawarkan kesempatan untuk mendapatkan hibrida baru yang menarik. Tanaman ini tumbuh merambat dan juga membelit, tingginya bisa mencapai tiga meter. Penampilannya yang menarik membuat tanaman hias ini sangat digemari.
Bunganya berbintang, semi-glossy, kilauannya agak kabur karena ditutupi rambut-rambut tipis. Bunga Hoya juga dikenal dengan sebutan plant wax (tanaman lilin) dan bunga porselen (bunga porselen) karena sekilas bunga hoya tidak terlihat seperti bunga asli, lebih mirip bunga replika.
Bentuk bunga hoya menyerupai pola bintang yang berkilau dengan permukaan yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Satu bunga Hoya berukuran 1,5 cm dan tumbuh berkelompok. Satu kelompok bunga bisa berisi 30 bunga dengan wangi yang semerbak.
Selain keindahan bunganya, daunnya juga menarik perhatian dan juga dijadikan tolak ukur keunggulan tanaman Hoya ini. Contohnya saja tanaman Patah Tulang Keriting (Hoya ‘Curly’) yang mempunyai daun berwarna dominan putih dengan akses hijau muda di dekat tulang daunnya. Selain itu ada juga yang perpaduan warna hijau muda, putih dan merah muda dalam satu daun.
Cara perbanyakan tanaman hias ini biasanya menggunakan metode stek dan juga cangkok. Untuk caranya mencangkoknya, bisa dilakukan menggunakan sulur batangnya. Untuk langkah-langkahnya sebagai berikut:
Setelah proses penanaman selesai. Hal berikutnya yang tidak boleh Anda lalaikan adalah merawat anakan tanaman Hoya ‘Curly‘ tersebut agar tumbuh optimal. Untuk perawatannya, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Sekedar informasi, semua tanaman hoya tidak terlalu menyukai air. Sehingga Anda bisa melakukan penyiraman saat media tanam sudah mengering.
Sebagai tanaman epifit, yang biasa hidup di dalam hutan. Tanaman ini bisa hidup di daerah dengan sinar matahari yang rendah. Sebab itulah, Anda bisa meletakkannya di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Misalnya saja di teras rumah.
Jika Anda ingin menjadikannya tanaman dalam ruangan. Anda bisa menempatkan tanaman hias ini di dekat jendela untuk membantu pertumbuhannya yang sehat. Sebab, paparan sinar matahari secara langsung bisa membuat daun kurang sehat, bahkan bisa membuat daun terbakar.
Untuk memasok kebutuhan nutrisinya, Anda bisa menambahkan pupuk daun organik, yang disemprotkan ke daun dan batang secara langsung. Selain itu, Anda bisa menambahkan pupuk dengan kadar P yang tinggi untuk memacu pertumbuhan bunga. Namun, perlu diingat untuk tidak berlebihan dalam memberikan bunga. Sebab, bisa membuatnya stres dan mati.
Itu dida sedikit informasi mengenai tanaman hias Patah Tulang Keriting (Hoya ‘Curly’) yang banyak diminati karena bentuk bunga dan daunnya yang indah, serta menghasilkan aroma yang bisa mengharumkan ruangan. Selain itu, ada juga tips bagaimana merawat tanaman hias epifit ini agar bisa tumbuh optimal, meskipun tidak di habitat aslinya.